Shubuhku Pukul Tujuh
bukan karena berani padaMu
bukan pula karena menafikanMu
aku sedang diperangi nafsuku
aku terlena di atas singgasana
dalam buai mimpi semalam
shubuhku dipukul tujuh
bukan maksudku meremehkanMu
aku terkapar oleh waktu
yangseringkali tak mampu kuderu
niatku terasa tercekat
dalam ruang besar penuh permainan
duniawi yang tak pernah usai
aku lalai.
Senin, 15 Juni 2009
Rabu, 10 Juni 2009
PUISI-PUISI THE MYSTIC BOY
BERTASBIH
aku rindu suasana hening
kujauhkan segala kesibukan duniawi
dan aku ingin berhati bening
matau terpejam pekat
seakan esok aku akan sekarat
ldah ini kubasahi dengan namaMU
jwa ini kupenuhkan dengan cintaMU
tuhanku, dalam hening ini kutarik tasbih digenggaman
perlahan kusebut mesra diriMU
kan kulebur dosa yang menyiksa bathinku
ya Allah......hanya engkaulah yang kutunggu
dan..... ridhamulah yang kuunggu
terimalah taubatku ini.
BERTANYA
itu setan
disitu ada setan !
kamu dan aku setan
mungkin dia juga setan
apa iya kau setan
mungkin saja
IRONI JIWA
aku ini wong deso
dan
selamanya akan menjadi wong deso
dimana dulu aku lahir dan
bergelayut ditetek emak
dengan raga yang rapuh dan ketidak berdayaan itu
aku berusaha bangkit
merangkak lemas namun pasti
manusia memang lemah
dan harus merasa lemah
tanpa air kehidupan, tanpa tiupan angin senja
mungkin aku menjadi kering kerontang seperti semut
yang terhempas lepas ke langit luas
GETAS
kecil raga ini
kurasa saat menepak diatas cawan kehidupan
satu bola mata pendarkan
tetas iba direlung kalbu yang tersayat
amat perih memang
aku rebah diruang hampa
butir-butir getir itu hamburkan bayu malam yang getas
karam dan hanyut entah dimana dia
DIPUNCAK NURANI
dingin malam ini
kabut itu mengumpat nafas
mencipta dentum didinding juramg
ketepi jiwa yang sendu pilu
maka hatipun menjadi beku
entah siapa kan bertemu
denganmu atau denganku
ataukah ada dirinya dipuncak nurani yang membuncah
aku merenung dibalik tirai malam
memekat dihadap malam
bintang sengaja melukai malam
tak satupu sanggup memaknainya
hingga malam berganti dengan pasti
TAK SEBENING BOLA MATAMU
hati ini terasa amat perih
saat lemparan senyumku kau tepis dengan sadis
kau sungguh manis
semanis parasmu yang membisu di susut bibirmu
kukira barapa lama waktuku untuk menerima tatapanmu
satu tatapan yang memaknai kisah
dan mengendap di dasar jiwa
sebening bola matamu, tak sanggup lagi berkedip
hanya mampu berkaca-kaca pilu.
aku rindu suasana hening
kujauhkan segala kesibukan duniawi
dan aku ingin berhati bening
matau terpejam pekat
seakan esok aku akan sekarat
ldah ini kubasahi dengan namaMU
jwa ini kupenuhkan dengan cintaMU
tuhanku, dalam hening ini kutarik tasbih digenggaman
perlahan kusebut mesra diriMU
kan kulebur dosa yang menyiksa bathinku
ya Allah......hanya engkaulah yang kutunggu
dan..... ridhamulah yang kuunggu
terimalah taubatku ini.
BERTANYA
itu setan
disitu ada setan !
kamu dan aku setan
mungkin dia juga setan
apa iya kau setan
mungkin saja
IRONI JIWA
aku ini wong deso
dan
selamanya akan menjadi wong deso
dimana dulu aku lahir dan
bergelayut ditetek emak
dengan raga yang rapuh dan ketidak berdayaan itu
aku berusaha bangkit
merangkak lemas namun pasti
manusia memang lemah
dan harus merasa lemah
tanpa air kehidupan, tanpa tiupan angin senja
mungkin aku menjadi kering kerontang seperti semut
yang terhempas lepas ke langit luas
GETAS
kecil raga ini
kurasa saat menepak diatas cawan kehidupan
satu bola mata pendarkan
tetas iba direlung kalbu yang tersayat
amat perih memang
aku rebah diruang hampa
butir-butir getir itu hamburkan bayu malam yang getas
karam dan hanyut entah dimana dia
DIPUNCAK NURANI
dingin malam ini
kabut itu mengumpat nafas
mencipta dentum didinding juramg
ketepi jiwa yang sendu pilu
maka hatipun menjadi beku
entah siapa kan bertemu
denganmu atau denganku
ataukah ada dirinya dipuncak nurani yang membuncah
aku merenung dibalik tirai malam
memekat dihadap malam
bintang sengaja melukai malam
tak satupu sanggup memaknainya
hingga malam berganti dengan pasti
TAK SEBENING BOLA MATAMU
hati ini terasa amat perih
saat lemparan senyumku kau tepis dengan sadis
kau sungguh manis
semanis parasmu yang membisu di susut bibirmu
kukira barapa lama waktuku untuk menerima tatapanmu
satu tatapan yang memaknai kisah
dan mengendap di dasar jiwa
sebening bola matamu, tak sanggup lagi berkedip
hanya mampu berkaca-kaca pilu.
PUISI-PUISI DEWI BAHARI
ULAR BERJAS
anak ayam berkotek-kotek mencari sebutir nasi
tetapi di depannya sang ular berjas
dia meminta-minta
tapi apa yang didapat hanya hinaan
itulah si ular berjas
DAWAI ASMARA
getar cinta bersenandung
merdu
lembut
dawainya nan syahdu membawa gejolak asmara
kasih
getar dawaimu menyejukan hatiku.
KEHIDUPAN
raja siang telah memancarkan cahanya
daun kelapa melambai-lambai ditiup sang bayu
kulihat seorang kuli tinta sibuk meliput berita
wajahnya laksana bulan purnama
kulihat sang jago merah tertawa
bunga dan kumbang bersorak seperti gunung runtuh
suaranyapun membelah bumi
tampak tangis menyayat-nyayat hati
berat memang mencari sesuap nasi
tapi harta kini telah kembali
anak ayam berkotek-kotek mencari sebutir nasi
tetapi di depannya sang ular berjas
dia meminta-minta
tapi apa yang didapat hanya hinaan
itulah si ular berjas
DAWAI ASMARA
getar cinta bersenandung
merdu
lembut
dawainya nan syahdu membawa gejolak asmara
kasih
getar dawaimu menyejukan hatiku.
KEHIDUPAN
raja siang telah memancarkan cahanya
daun kelapa melambai-lambai ditiup sang bayu
kulihat seorang kuli tinta sibuk meliput berita
wajahnya laksana bulan purnama
kulihat sang jago merah tertawa
bunga dan kumbang bersorak seperti gunung runtuh
suaranyapun membelah bumi
tampak tangis menyayat-nyayat hati
berat memang mencari sesuap nasi
tapi harta kini telah kembali
Sabtu, 06 Juni 2009
puisi Serly Rostarina
Lukisan Hati
Ku lukis Cintamu Mama
Ku warnai dengan luka hatimu
Ku gores dengan nada pedihku
Ku bingkai dengan salah tingkahmu
Pagi Ku harap cintamu
Siang Ku harap kehadiranmu
Sore Ku harap belaianmu
Malam Ku harap pelukanmu
Dunia yang penuh kasih
Kini tinggal kenangan
Dunia yang penuh melodi
Kini tinggal syairnya saja
terkubur dalam anganku
kutertidur dalam nyanyian alam
kubermimpi di padang pasir
kuberlari dikejar badai
kuterjatuh diujung tebing
kutertangkap gulungan ombak
kuterlempar di atas batu
kuterdampar di pulau sepi
kusendiri ditelan malam
dan.......
kuterbangun kehilangan ragaku
aku mencari dimana ragaku
namun.....................
tlah terkubur dalam anganku
Tanda Sirna
Sepi sendiri tidur berselimut rindu
Bintang penghias malam
Pudar tak bercahaya
Mimpi hangatkan raga
Pilu menghapus kenangan
Cinta berderai air mata
Hitam membayangi kalbu
Suka cita t'lah tiada
Kini senjapun terlihat
Batin mulai berbicara
Ayo...! Lakukan dari sekarang...!
Hidup memperbaiki semesta
Takkan pernah terlambat
Dan belum terlambat
tentang Serly Rostarina :
Serly Rostarina adalah seorang yang gadis yang mengaku mencoba belajar mancintai puisi,
tekadnya itu diwujudkan dengan melibatkan diri pada kegiatan sastra di kampusnya.
menjadi anggota "SATE" adalah pilihannya,
meski dia sekarang duduk di semester II FKIP jurusan BK (Bimbingan Konseling),
namun dia memilih sastra kegiatan diluar disiplin ilmunya.
gadis yang asli brebes ini giat mengirimkan puisi-puisinya di Sebayu FM dalam acara "Sastra dan Budaya".
Ku lukis Cintamu Mama
Ku warnai dengan luka hatimu
Ku gores dengan nada pedihku
Ku bingkai dengan salah tingkahmu
Pagi Ku harap cintamu
Siang Ku harap kehadiranmu
Sore Ku harap belaianmu
Malam Ku harap pelukanmu
Dunia yang penuh kasih
Kini tinggal kenangan
Dunia yang penuh melodi
Kini tinggal syairnya saja
terkubur dalam anganku
kutertidur dalam nyanyian alam
kubermimpi di padang pasir
kuberlari dikejar badai
kuterjatuh diujung tebing
kutertangkap gulungan ombak
kuterlempar di atas batu
kuterdampar di pulau sepi
kusendiri ditelan malam
dan.......
kuterbangun kehilangan ragaku
aku mencari dimana ragaku
namun.....................
tlah terkubur dalam anganku
Tanda Sirna
Sepi sendiri tidur berselimut rindu
Bintang penghias malam
Pudar tak bercahaya
Mimpi hangatkan raga
Pilu menghapus kenangan
Cinta berderai air mata
Hitam membayangi kalbu
Suka cita t'lah tiada
Kini senjapun terlihat
Batin mulai berbicara
Ayo...! Lakukan dari sekarang...!
Hidup memperbaiki semesta
Takkan pernah terlambat
Dan belum terlambat
tentang Serly Rostarina :
Serly Rostarina adalah seorang yang gadis yang mengaku mencoba belajar mancintai puisi,
tekadnya itu diwujudkan dengan melibatkan diri pada kegiatan sastra di kampusnya.
menjadi anggota "SATE" adalah pilihannya,
meski dia sekarang duduk di semester II FKIP jurusan BK (Bimbingan Konseling),
namun dia memilih sastra kegiatan diluar disiplin ilmunya.
gadis yang asli brebes ini giat mengirimkan puisi-puisinya di Sebayu FM dalam acara "Sastra dan Budaya".
Jumat, 05 Juni 2009
sastra radio SEBAYU FM

sastra radio sebagai gairah berpuisi
era 80-an adalah era kebangkitan sastra radio di tegal dan sekitarnya, yang pada saat itu di tegal ada 5 radio hampir semuanya menyediakan acara apresiasi sastra khususnya puisi, seperti RSPD (sekarang sebayu FM) dengan taman puisi, radio inilah yang memulai acara tersebut yang pada saat itu didukung oleh Eko Tunas dan Yono Daryono, pada saat itu berbarengan dengan berjalannya proses kreatif teater RSPD. kemudian beberapa waktu berikutnya muncullah acara Sastra dan Budaya yang disiarkan oleh radio Raka dan Radio Angkasa, pada dua radio ini acara tersebut dikendalikan oleh teater Puber, diantaranya Nurhidayat Poso, Enthieh Mudakir dan Bontot Sukandar. sementara itu Dwi Ery Santoso juga di ketinggalan dengan menggeber acara yang sama lewat radio Anita yang pada awalnya acara tersebut di pegang oleh alm Sentot Susilo.
dari semangatnya teman-teman tersebut dunia sastra da teater di kota Tegal terus semakin berada pada puncak-puncaknya, bahkab menjadi magnit bagi seniman kota-kota lain, seperti jakarta, bandung. semarang, solo, jogja dan banyak kota lain yang melirik gejolak kesenian di kota yang saat itu dikenal sebagai kota warteg dan tukang becak. saat itulah juga image itu semakin terkikis dan tidak dipandang sebelah mata oleh seniman-seniman kota lain.
melihat kiprah kesenian di kota Tegal memang tidak bisa dipandang pada era 80-an saja, tetapi juga perlu melihat era 60-an, disana sempat muncul banyak aktor seperti Parto Tegal. era ini juga Tegal menjadi perhatian tokoh-tokoh kesenian nasional, seperti Rendra, Putu Wijaya bahkan Arifin C noer juga sempat tergiur untuk berkunjung ke Tegal.
pada saat sekarang ini acara sastra radio telah dimulai lagi bergeliat di Radio Sebayu FM yang dipandu oleh Bontot Sukandar dan Slamet Suwargo mengambil lebel Sastra Budaya, diharapkan acara ini menjadi ajang kreatifitas bagi penyair-penyair pemula untuk lebih mantap eksistensinya terhadap dunia kesenian khususnya puisi.
Langganan:
Postingan (Atom)
