BERTASBIH
aku rindu suasana hening
kujauhkan segala kesibukan duniawi
dan aku ingin berhati bening
matau terpejam pekat
seakan esok aku akan sekarat
ldah ini kubasahi dengan namaMU
jwa ini kupenuhkan dengan cintaMU
tuhanku, dalam hening ini kutarik tasbih digenggaman
perlahan kusebut mesra diriMU
kan kulebur dosa yang menyiksa bathinku
ya Allah......hanya engkaulah yang kutunggu
dan..... ridhamulah yang kuunggu
terimalah taubatku ini.
BERTANYA
itu setan
disitu ada setan !
kamu dan aku setan
mungkin dia juga setan
apa iya kau setan
mungkin saja
IRONI JIWA
aku ini wong deso
dan
selamanya akan menjadi wong deso
dimana dulu aku lahir dan
bergelayut ditetek emak
dengan raga yang rapuh dan ketidak berdayaan itu
aku berusaha bangkit
merangkak lemas namun pasti
manusia memang lemah
dan harus merasa lemah
tanpa air kehidupan, tanpa tiupan angin senja
mungkin aku menjadi kering kerontang seperti semut
yang terhempas lepas ke langit luas
GETAS
kecil raga ini
kurasa saat menepak diatas cawan kehidupan
satu bola mata pendarkan
tetas iba direlung kalbu yang tersayat
amat perih memang
aku rebah diruang hampa
butir-butir getir itu hamburkan bayu malam yang getas
karam dan hanyut entah dimana dia
DIPUNCAK NURANI
dingin malam ini
kabut itu mengumpat nafas
mencipta dentum didinding juramg
ketepi jiwa yang sendu pilu
maka hatipun menjadi beku
entah siapa kan bertemu
denganmu atau denganku
ataukah ada dirinya dipuncak nurani yang membuncah
aku merenung dibalik tirai malam
memekat dihadap malam
bintang sengaja melukai malam
tak satupu sanggup memaknainya
hingga malam berganti dengan pasti
TAK SEBENING BOLA MATAMU
hati ini terasa amat perih
saat lemparan senyumku kau tepis dengan sadis
kau sungguh manis
semanis parasmu yang membisu di susut bibirmu
kukira barapa lama waktuku untuk menerima tatapanmu
satu tatapan yang memaknai kisah
dan mengendap di dasar jiwa
sebening bola matamu, tak sanggup lagi berkedip
hanya mampu berkaca-kaca pilu.
Rabu, 10 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar